Floating Structures: Pushing the Frontier of Energy Utilization, Habitable Space, and Mobility

Dimulai dari kisah bahtera Nabi Nuh di peradaban Ibrani Kuno, kisah Deucalion dari Yunani Kuno, dan kisah Utnapishtim di Epic of Gilgamesh; kisah mengenai “kapal penyelamat” yang menyelamatkan peradaban manusia dari bencana yang sangat besar dapat ditemui di berbagai zaman maupun kebudayaan yang berbeda. Kisah-kisah tersebut pun masih relevan di peradaban masa kini. Bedanya, permasalahan besar yang mengancam peradaban manusia di masa kini muncul dalam berbagai bentuk seperti: meningkatnya laju kenaikan muka air laut; krisis lahan untuk pangan dan hunian; meningkatnya kebutuhan mobilisasi barang dan manusia; dan meningkatnya kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan. Sebagaimana dalam kisah-kisah bahtera penyelamat di masa lalu, struktur terapung lepas pantai pun masih dapat menjadi solusi terdepan dalam penyelesaian masalah-masalah di atas. Untuk dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang semakin beragam, maka struktur terapung pun semakin lama menjadi semakin unik bentuknya, semakin besar ukurannya, semakin dapat mengangkut berbagai macam muatan, dan semakin dapat diandalkan di berbagai kondisi lingkungan laut yang mengancam. Struktur terapung dan pembangunannya di laut pun memiliki berbagai kelebihan unik yang tidak dimiliki oleh struktur dengan pondasi tidak terapung ataupun solusi pembangunan di daratan. Namun masih terdapat pula berbagai tantangan yang harus dapat dijawab oleh para ahli struktur terapung dan struktur kelautan pada umumnya, sehingga pengembangan teknologi struktur terapung tersebut dapat berjalan semaksimal mungkin. Saksikan pembahasan ringkas mengenai bagaimana struktur terapung dapat menjadi solusi dari berbagai permasalahan peradaban manusia masa kini pada Workshop Series LPPM Volume 9.

Simak video kurasi Floating Structures: Pushing the Frontier of Energy Utilization, Habitable Space, and Mobility pada tautan berikut: Farid P. Bakti, Ph.D. - Floating Structures: Pushing the Frontier of Energy Utilization and Mobility

19

dilihat